EDUNUSA
sekolah di daerah 3T · rencana liputan · usulan sistem mandiri · 7 September 2026
Ratusan desa di Kalimantan Tengah dan Selatan masih hidup tanpa sinyal seluler dan tanpa listrik jaringan, dan sekolah di dalamnya tetap dituntut melapor seperti sekolah di kota. Dokumen ini menjelaskan persoalan itu, merinci rencana liputan bersama jurnalis untuk mengangkatnya, dan menyimpan usulan solusinya di bab tersegel yang baru dibuka setelah isunya sampai ke meja pengambil keputusan. Angka lapangan berasal dari dokumen resmi pemerintah daerah dan bisa diperiksa pada daftar sumber di akhir halaman.
Anda jurnalis
Persoalan, angka yang bisa dikutip, narasumber, naskah wawancara, dan aturan main liputan.
→ mulai dari 0, lalu 1 sampai 7Anda pengambil kebijakan
Apa yang sedang terjadi di desa-desa itu, dan di mana letak celah yang bisa ditutup.
→ mulai dari 1, lalu 2Anda calon pendukung
Apa masalahnya, apa yang sudah dibangun, apa yang diminta, dan apa yang Anda dapatkan.
→ 1, lalu 8, lalu 22Anda pembaca teknis
Arsitektur sistem, autentikasi, otorisasi, rancangan penggelaran tepi, dan sinkronisasi.
→ seluruh Bagian CCara membaca angka di dokumen ini. Angka pada Bagian A diambil dari dokumen dan pernyataan resmi pemerintah daerah, lengkap dengan sumbernya. Angka pada Bagian C diambil dari kode dan skema basis data EDUNUSA. Sebaliknya, angka kebutuhan memori dan penyimpanan pada nomor 15 adalah perkiraan yang belum pernah diukur di perangkat nyata dan ditandai khusus di tempatnya. Jangan dipakai untuk pengadaan sebelum diuji.
Persoalannya dalam bahasa sehari-hari
Tanpa istilah teknis satu pun. Bagian ini menjelaskan seperti apa pekerjaan administrasi sekolah berjalan hari ini di daerah terpencil, dan kenapa ia mahal bagi orang yang mengerjakannya.
Di banyak sekolah, nama siswa yang sama ditulis ulang berkali-kali dalam sehari, di buku yang berbeda, oleh orang yang berbeda — dan setiap kali laporan diminta, seluruh pekerjaan itu disalin ulang sekali lagi. Di daerah yang sinyal dan listriknya tidak bisa diandalkan, beban itu berlipat, karena tidak ada jalan pintas berupa aplikasi yang selalu tersambung.
Gambar berikut merangkai satu hari kerja itu. Perhatikan bahwa yang membuatnya berat bukan jumlah pekerjaannya, melainkan berapa kali pekerjaan yang sama diulang, dan siapa yang menanggung pengulangan itu.
Ctrl/Cmd + gulir untuk memperbesar. Seret untuk menggeser. Klik ganda untuk melihat utuh.
Kalimat yang bisa dipakai jurnalis. Beban administrasi sekolah di daerah terpencil bukan soal guru kurang rajin. Bebannya lahir karena catatan yang sama disimpan berkali-kali di tempat yang tidak saling bicara, dan karena setiap perbaikan menuntut sambungan internet yang memang tidak ada di sana.
Isunya, dengan angka yang bisa diperiksa
Seberapa banyak desa di Kalimantan Tengah dan Selatan yang belum punya sinyal dan listrik jaringan, dan kenapa kesenjangan itu justru tidak terlihat pada statistik nasional.
Bagian ini memakai data resmi pemerintah daerah, bukan perkiraan. Sumber lengkapnya ada di nomor 24.
Sebaran blankspot Kalimantan Tengah per kabupaten
| Kabupaten / Kota | Desa blankspot | Kabupaten / Kota | Desa blankspot |
|---|---|---|---|
| Seruyan | 55 | Kapuas | 35 |
| Gunung Mas | 50 | Katingan | 34 |
| Lamandau | 45 | Barito Selatan | 27 |
| Murung Raya | 44 | Kotawaringin Barat | 16 |
| Barito Timur | 39 | Kotawaringin Timur | 14 |
| Palangka Raya | 11 kelurahan | Pulang Pisau | 6 |
Dua fakta yang mengubah cara mengajukan proposal
Pertama: pemerintah daerah sudah membelanjakan uang untuk sinyal sekolah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mendistribusikan perangkat internet satelit ke kantor desa blankspot, dan lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 mengusulkan tambahan lima ratus perangkat yang dialokasikan ke sekolah dan fasilitas publik di seluruh kabupaten dan kota.
Artinya arah kebijakannya sudah searah dan pos anggarannya sudah bergerak. Proposal EDUNUSA tidak perlu menyanggah apa pun. Yang perlu disampaikan hanya satu hal: sinyal sudah dibiayai, sistemnya belum. Dan karena internet satelit adalah langganan bulanan, begitu langganan berhenti dibayar sekolah kembali ke titik nol — sedangkan server sekolah tetap bekerja.
Kedua: listrik di sana memang naik-turun, dan pemerintah mengakuinya. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Tengah menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga surya yang dipakai menambal desa tanpa jaringan PLN berisiko rusak setelah lebih dari lima tahun, sehingga rasio desa berlistrik bisa naik dan turun.
Pernyataan itu membenarkan syarat cadangan daya pada nomor 15. Rekomendasi memakai laptop bekas yang baterainya masih hidup bukan kehati-hatian berlebihan, melainkan jawaban langsung atas kondisi yang diakui pemerintah sendiri.
Ada satu hal yang perlu dipahami sebelum meminta dukungan, dan justru inilah sudut liputan yang paling kuat. Tidak ada satu pun kabupaten di Pulau Kalimantan yang masuk daftar daerah tertinggal. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 menetapkan enam puluh dua kabupaten tertinggal untuk periode 2020 sampai 2024, dan seluruhnya berada di Sumatera, Nusa Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua.
Konsekuensinya, dari kacamata statistik nasional, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan sudah dianggap tidak tertinggal. Sekolah yang gurunya masih menempuh jalan sungai berjam-jam dan yang listriknya mati setiap sore tidak muncul di angka mana pun, karena satuan ukurnya kabupaten, sedangkan kesenjangannya ada di tingkat desa.
Inilah cerita yang layak diliput. Bukan daerah yang diakui tertinggal lalu dibantu. Melainkan daerah yang sudah dinyatakan lulus dari status tertinggal, tetapi ratusan desanya masih tanpa sinyal dan tanpa listrik jaringan. Kesenjangan yang tidak terlihat lebih sulit diperjuangkan justru karena tidak terlihat, dan itu tugas jurnalisme.
Yang harus diperiksa sebelum dikutip. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional 2025 sampai 2029 menetapkan daftar baru, dan siaran resmi Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal menyebut adanya tiga puluh kabupaten baru. Lampiran peraturan itu belum diperiksa langsung untuk dokumen ini, sehingga status Kalimantan pada periode 2025 sampai 2029 wajib diverifikasi sendiri sebelum kalimat di atas dipakai dalam pemberitaan.
Empat kenyataan yang harus dihadapi rancangan
Internet putus-nyambung
Sinyal muncul dan hilang dalam hitungan hari sampai minggu. Tidak bisa dijadwalkan, dan tidak bisa dijadikan syarat agar guru bisa mengabsen.
Listrik tidak stabil
Ratusan desa belum berjaringan PLN, dan tambalan tenaga surya punya umur pakai terbatas. Basis data yang mati paksa berulang kali bisa rusak.
Tidak ada petugas TI
Tidak ada orang di sekolah yang bertugas merawat server. Rancangan tidak boleh mengandaikan ada.
Anggaran perangkat kecil
Perangkat yang tersedia adalah barang bekas, sering kali sisa program bantuan, bukan server yang dibeli baru.
Jawabannya adalah membalik arah ketergantungan. Sekolah menjadi pusat kebenaran untuk urusan hariannya sendiri, dan internet berubah peran dari syarat menjadi bonus — dipakai untuk menyusul ke pusat, bukan untuk menyalakan aplikasi.
Rencana liputan
Kenapa persoalan ini dibawa lewat jurnalisme, ke mana tim pergi, siapa yang diwawancarai, adegan apa yang diambil, dan aturan etika yang tidak boleh dilanggar di lapangan.
Rancangan teknis yang bagus tidak menggerakkan siapa pun kalau masalah yang dipecahkannya tidak terlihat. Sebagaimana dijelaskan di nomor 2, kesenjangan di Kalimantan justru tidak muncul di statistik nasional. Program ini tidak dimulai dari meminta dana, melainkan dari membuat masalahnya terlihat.
Ctrl/Cmd + gulir untuk memperbesar. Seret untuk menggeser. Klik ganda untuk pas layar.
Batas yang tidak boleh dilanggar. Liputan hanya berdaya kalau pembaca percaya liputannya jujur. Karena itu mitra jurnalis tidak bisa menjanjikan isi pemberitaan kepada pendukung dana. Nama pendukung boleh disebut sebagai pendukung program, tetapi sudut, isi, dan kesimpulan pemberitaan tetap sepenuhnya milik redaksi — termasuk kalau temuan lapangan ternyata tidak mendukung EDUNUSA. Batas ini justru melindungi pendukung: dukungan pada liputan yang dipercaya jauh lebih bernilai daripada dukungan pada iklan yang menyamar.
Dua sampai tiga desa, dipilih supaya ceritanya lengkap dan tidak seragam. Usulan kriteria pemilihan:
Yang paling sulit
Blankspot penuh dan belum berjaringan PLN. Menunjukkan batas paling bawah dan alasan kenapa sistem harus bisa hidup tanpa internet sama sekali.
Yang baru dapat internet satelit
Sudah menerima bantuan perangkat internet, tetapi sekolahnya belum punya sistem apa pun. Menunjukkan tepat di mana celahnya berada.
Yang sinyalnya timbul tenggelam
Kondisi paling umum di lapangan. Menunjukkan kenapa rancangan luring lebih dahulu itu perlu, bukan sekadar rancangan tanpa internet.
Perizinan harus selesai sebelum berangkat, bukan di lokasi. Urutan yang disarankan: dinas pendidikan kabupaten lebih dulu, lalu kepala sekolah, lalu pemerintah desa. Membawa surat tugas dan surat pengantar tertulis, bukan hanya percakapan lisan. Sekolah yang merasa didatangi tanpa pemberitahuan akan menjawab seadanya, dan liputannya jadi datar.
Enam kelompok narasumber. Setiap naskah disusun bertingkat: pertanyaan pembuka yang mudah dijawab, lalu pertanyaan inti tentang kendala, lalu pertanyaan penutup yang membuka kemungkinan. Pertanyaan tidak boleh menuntun jawaban. Kalau narasumber tidak mengalami masalah yang kita duga, itu temuan yang berharga, bukan kegagalan wawancara.
1. Kepala sekolah
- Sudah berapa lama Bapak atau Ibu memimpin sekolah ini, dan bagaimana keadaannya saat pertama datang?
- Berapa jumlah siswa dan guru sekarang? Apakah jumlahnya naik, turun, atau tetap dalam beberapa tahun terakhir?
- Coba ceritakan satu hari kerja Bapak atau Ibu dari pagi sampai pulang.
- Laporan apa saja yang harus sekolah kirim ke dinas, dan berapa sering?
- Bagaimana caranya laporan itu dikirim dari sini? Apa yang terjadi kalau sedang tidak ada sinyal?
- Pernahkah ada laporan yang terlambat karena kendala di luar kuasa sekolah? Bisa diceritakan?
- Kalau data siswa perlu diperbaiki, siapa yang mengerjakannya dan berapa lama biasanya?
- Aplikasi atau sistem apa saja yang sekarang dipakai sekolah ini? Siapa yang mengajari cara memakainya?
- Kalau ada masalah dengan aplikasi itu, ke siapa sekolah bertanya?
- Bagaimana keadaan listrik di sekolah? Berapa sering padam dan berapa lama?
- Kalau Bapak atau Ibu bisa meminta satu hal saja untuk sekolah ini, apa yang diminta?
- Adakah hal yang belum saya tanyakan, tetapi menurut Bapak atau Ibu penting diketahui orang luar?
2. Petugas tata usaha atau operator data sekolah
- Apa saja yang menjadi tanggung jawab Bapak atau Ibu di sekolah ini?
- Boleh ditunjukkan berkas atau buku apa saja yang setiap hari dibuka?
- Kalau ada satu siswa baru masuk, di berapa tempat namanya harus dicatat? Coba sebutkan satu per satu.
- Pernahkah data yang sama harus diketik ulang di tempat berbeda? Berapa kali dalam sebulan kira-kira?
- Bagian mana dari pekerjaan ini yang paling memakan waktu?
- Kalau angka di satu catatan berbeda dengan catatan lain, bagaimana cara mengetahui mana yang benar?
- Apa yang dikerjakan saat internet mati tetapi laporan harus tetap jalan?
- Berapa lama biasanya menyiapkan laporan bulanan dari awal sampai terkirim?
- Kalau ada satu pekerjaan yang bisa dihapus dari daftar tugas Bapak atau Ibu, mana yang dipilih?
3. Guru kelas atau wali kelas senior
- Sudah berapa tahun mengajar, dan berapa lama di sekolah ini?
- Mengajar kelas berapa dan berapa jumlah siswanya?
- Berapa jauh rumah Bapak atau Ibu dari sekolah, dan bagaimana cara berangkatnya setiap hari?
- Bagaimana cara mencatat kehadiran siswa? Boleh ditunjukkan bukunya?
- Setelah dicatat, catatan itu dibawa ke mana dan diapakan?
- Waktu mengisi rapor, dari mana datanya diambil? Berapa lama prosesnya?
- Kalau ada siswa yang beberapa hari tidak masuk, bagaimana cara memberitahu orang tuanya?
- Selain mengajar, pekerjaan administrasi apa yang harus dikerjakan? Kapan dikerjakannya?
- Pernahkah pekerjaan administrasi mengurangi waktu mengajar? Bisa diceritakan contohnya?
- Bahan ajar diperoleh dari mana? Apa yang dilakukan kalau butuh bahan tetapi tidak ada sinyal?
- Apa bagian paling menyenangkan dari mengajar di sini?
- Apa yang paling ingin diubah?
4. Guru muda atau guru honorer yang baru ditempatkan
- Dari mana asalnya, dan bagaimana ceritanya bisa mengajar di sini?
- Apa yang paling mengejutkan pada minggu-minggu pertama?
- Waktu kuliah atau pelatihan dulu, alat apa yang biasa dipakai? Apakah bisa dipakai di sini?
- Kalau butuh mencari bahan mengajar, biasanya bagaimana caranya?
- Untuk mengurus keperluan pribadi seperti gaji, sertifikasi, atau tunjangan, bagaimana caranya dari sini?
- Berapa lama harus pergi ke tempat bersinyal, dan seberapa sering?
- Ada rekan seangkatan yang mengajar di kota? Apa yang mereka punya tetapi tidak ada di sini?
- Berencana bertahan berapa lama di sini? Apa yang akan membuat betah lebih lama?
5. Siswa
- Kelas berapa, dan pelajaran apa yang paling disukai?
- Berangkat ke sekolah naik apa? Berapa lama di jalan?
- Kalau ada tugas yang perlu mencari jawaban, biasanya mencarinya ke mana?
- Pernah memakai komputer atau tablet di sekolah? Kapan terakhir kali?
- Kalau lampu mati waktu sekolah, apa yang terjadi di kelas?
- Kalau bisa punya satu barang untuk sekolah ini, mau minta apa?
- Kalau sudah besar ingin jadi apa?
6. Orang tua siswa atau pengurus komite sekolah
- Berapa anak yang sekolah di sini, dan kelas berapa saja?
- Bapak atau Ibu sehari-hari bekerja apa?
- Bagaimana cara Bapak atau Ibu tahu perkembangan anak di sekolah?
- Kapan terakhir kali mendapat kabar dari sekolah, dan lewat apa kabarnya sampai?
- Pernah ingin bertanya sesuatu ke sekolah tetapi sulit menyampaikannya? Bisa diceritakan?
- Kalau anak tidak masuk sekolah, apakah sekolah memberi tahu? Berapa lama setelahnya?
- Untuk urusan administrasi sekolah, apa yang biasanya harus diurus dan ke mana?
- Apa harapan Bapak atau Ibu untuk sekolah ini dalam lima tahun ke depan?
Tiga hari per desa. Urutan ini disusun supaya cerita terbentuk sendiri saat penyuntingan, dan supaya wawancara duduk baru dilakukan setelah tim dikenal warga — jawaban jauh lebih terbuka setelah orang terbiasa dengan kehadiran kamera.
Ctrl/Cmd + gulir untuk memperbesar. Seret untuk menggeser. Klik ganda untuk pas layar.
Daftar gambar pendukung yang mudah terlupa
- Bukti jarak. Perjalanan guru dari rumah ke sekolah, direkam utuh sekali, bukan hanya potongan.
- Bukti sinyal. Layar ponsel yang menunjukkan tidak ada jaringan, dan tempat yang biasa didatangi warga untuk mencari sinyal.
- Bukti listrik. Sumber daya yang dipakai sekolah, dan catatan atau cerita tentang pemadaman.
- Bukti pekerjaan manual. Tangan yang menulis di buku absensi, tumpukan berkas, buku induk yang sudah menguning.
- Suara ruang. Rekaman suara kelas, halaman, dan malam hari di desa, untuk lapisan suara video.
- Wajah yang tidak dikenali. Beberapa gambar siswa dari belakang atau dari kejauhan, sebagai cadangan bila izin tampil dicabut.
Kalian akan merekam anak-anak dan menampilkan keterbatasan sebuah komunitas kepada publik untuk menggalang dukungan. Itu punya risiko nyata: izin yang tidak sah, anak yang dikenali lalu dirundung, dan tuduhan menjual penderitaan yang bisa membalik arah opini. Daftar berikut dibuat untuk dicentang di lapangan, bukan untuk dibaca sekali lalu dilupakan.
Sebelum berangkat
- Izin tertulis dari dinas pendidikan kabupaten sudah di tangan, bukan janji lisan.
- Izin tertulis dari kepala sekolah dan pemerintah desa sudah dikonfirmasi ulang sehari sebelum berangkat.
- Formulir izin orang tua sudah dicetak dalam jumlah lebih dari cukup, memakai bahasa yang mudah dipahami, dan menjelaskan bahwa rekaman akan tayang di internet.
- Tim sepakat siapa penanggung jawab etika di lapangan, yaitu satu orang yang berwenang menghentikan pengambilan gambar.
Saat mengambil gambar
- Tidak ada anak yang wajahnya direkam tanpa izin tertulis orang tua atau wali. Kalau ragu, rekam dari belakang.
- Nama lengkap anak tidak disebutkan dalam artikel maupun video. Nama depan saja, atau nama samaran yang dinyatakan sebagai samaran.
- Lokasi persis rumah anak tidak ditampilkan dan tidak disebutkan.
- Anak diwawancarai berkelompok, tidak berdua saja, dan selalu ada guru atau orang tua yang mendampingi.
- Wawancara dihentikan begitu narasumber terlihat tidak nyaman, tanpa dibujuk melanjutkan.
- Narasumber tidak diarahkan mengatakan hal yang tidak dialaminya. Tidak ada pengulangan adegan yang dibuat-buat demi gambar yang lebih dramatis.
- Warga digambarkan sebagai orang yang punya siasat dan kemampuan, bukan sebagai korban pasif yang menunggu diselamatkan. Tunjukkan apa yang sudah mereka lakukan sendiri untuk mengatasi keadaan.
- Tidak ada barang atau uang yang diberikan sebagai imbalan wawancara. Penggantian biaya transportasi boleh, dan dicatat.
Sebelum tayang
- Hasil rekaman ditunjukkan ke kepala sekolah sebelum tim meninggalkan desa.
- Narasumber diberi tahu kapan dan di mana liputan akan tayang, dengan cara yang benar-benar sampai kepada mereka.
- Ada jalur mencabut izin yang jelas dan mudah, dan pencabutan itu dihormati tanpa perdebatan.
- Salinan artikel dan video dikirim kembali ke sekolah setelah tayang, dalam bentuk yang bisa mereka buka tanpa internet.
Protokol ini juga melindungi pendukung dana. Satu keluhan orang tua tentang anaknya yang tampil tanpa izin cukup untuk membalik seluruh cerita, dan yang namanya tertulis sebagai pendukung ikut terseret. Menunjukkan protokol ini kepada calon pendukung adalah bagian dari meyakinkan mereka, bukan sekadar formalitas.
Usulan solusi, dibuka setelah isunya sampai
Bagian ini bukan bahan liputan. Isinya disampaikan dalam pertemuan dengan pemangku kebijakan atau calon pendukung, setelah artikel dan dokumenter terbit dan persoalannya sudah dikenal publik.
Aturan main. Rekan jurnalis tidak memakai isi Bagian C sebagai bahan pemberitaan, dan tidak menyebut nama sistem mana pun sebagai jawaban atas persoalan yang mereka liput. Dokumenter dan artikel berhenti pada pertanyaan. Alasannya sederhana: liputan yang sekaligus menawarkan produk akan dibaca sebagai iklan, dan nilainya di mata pengambil keputusan justru jatuh.
Bagian ini dibuka ketika tiga hal terpenuhi: liputan sudah terbit, ada pihak yang menanyakan apa yang bisa dilakukan, dan pertemuan resmi sudah dijadwalkan.
| Pihak | Boleh membaca bagian ini | Alasan |
|---|---|---|
| Tim INSTRUMETA dan tim teknis | Ya | Merekalah yang menyusun, menguji, dan kelak memasang sistemnya. |
| Rekan jurnalis | Boleh tahu keberadaannya, tidak dipakai sebagai bahan berita | Menjaga jarak antara liputan dan penawaran, demi kredibilitas keduanya. |
| Pemangku kebijakan | Ya, setelah liputan terbit | Pada titik itu persoalannya sudah dikenal, sehingga usulan dibaca sebagai jawaban, bukan jualan. |
| Calon pendukung dana | Ya, setelah liputan terbit | Perlu melihat sistemnya, rancangan penggelarannya, dan risikonya sebelum memutuskan. |
| Narasumber di lapangan | Tidak sebelum liputan terbit | Agar jawaban mereka tidak terpengaruh oleh solusi yang sedang ditawarkan. |
EDUNUSA adalah nama proyek sistem informasi sekolah yang dikembangkan INSTRUMETA, bukan nama perusahaannya. Yang dibangun lebih dulu di dalamnya adalah satu daftar siswa, guru, kelas, dan kurikulum, baru kemudian modul-modul dibangun di atasnya. Itulah sebabnya perubahan di satu tempat langsung benar di semua tempat.
Perbandingan berikut adalah cara tercepat menjelaskan perbedaannya kepada orang yang belum pernah melihat sistemnya. Di kiri, cara yang berlaku di kebanyakan sekolah, yaitu keadaan yang dipotret pada Bagian 0. Di kanan, cara yang diusulkan.
Ctrl/Cmd + gulir untuk memperbesar. Seret untuk menggeser. Klik ganda untuk melihat utuh.
Ctrl/Cmd + gulir untuk memperbesar. Seret untuk menggeser. Klik ganda untuk pas layar.
Bertanda sekolah pemiliknya. Satu basis data dipakai banyak sekolah, tetapi hampir setiap baris data membawa penanda sekolah asalnya, dan sistem memasang penyaring itu secara otomatis di lapisan bawah — bukan mengandalkan programmer mengingatnya di tiap layar. Yang dikecualikan hanya data yang memang milik bersama, seperti daftar kurikulum nasional dan katalog materi belajar.
Presensi
Kehadiran siswa dan guru, per hari dan per jam pelajaran.
Mapel & Kurikulum
Mata pelajaran, capaian pembelajaran, dan rencana mengajar. Modul dengan struktur data terbesar.
Rapor
Penilaian dan cetak laporan hasil belajar.
SPP
Tagihan, pembayaran, dan tunggakan iuran siswa.
Perpustakaan
Katalog buku, peminjaman, pengembalian, dan denda.
CBT — Ujian
Ujian berbasis komputer. Beban puncak terberat di seluruh sistem.
PENSIL
Permainan, ilustrasi, dan simulasi belajar. Katalog materinya dipakai lintas sekolah.
PELITA
Portal wali murid — memantau kehadiran, nilai, dan tagihan anaknya.
BERDASI
Ruang kerja admin sekolah: siswa, guru, kelas, tahun ajaran.
SIMULTAN
Dokumen guru, anggaran kegiatan, kalender akademik, dan rekap kepatuhan.
PPDB
Penerimaan peserta didik baru. Diakses calon siswa dari luar sekolah.
TROOPS
Konsol operasional internal pengelola sistem, bukan untuk sekolah.
Cara kerjanya bisa dibayangkan seperti kartu tanda pengenal harian. Pintu masuk memeriksa siapa Anda, lalu memberi kartu digital berumur pendek. Setiap modul yang Anda buka tinggal memeriksa keaslian kartu itu, bukan menanyakan kata sandi lagi.
Ctrl/Cmd + gulir untuk memperbesar. Seret untuk menggeser. Klik ganda untuk pas layar.
Kartu berumur pendek
Kartu digital cepat kedaluwarsa dan diperbarui diam-diam, sehingga kartu yang tercuri tidak berguna lama.
Pencabutan seketika
Saat akun dinonaktifkan atau pengguna keluar dari semua perangkat, seluruh kartu yang beredar langsung ditolak semua modul, tanpa menunggu kedaluwarsa.
Kunci otomatis
Dua puluh percobaan gagal berturut-turut mengunci akun selama lima belas menit. Ini menghambat tebakan kata sandi secara membabi buta.
Empat status akun
Menunggu aktivasi, aktif, nonaktif, dan ditangguhkan. Status menentukan apakah kartu boleh diterbitkan sama sekali.
Detail teknis bagi pembaca yang membutuhkannya
Pintu masuk adalah penyedia identitas OpenID Connect berdiri sendiri, terdiri dari dua layanan: inti penerbit kartu dan lapisan perantara untuk aplikasi web. Alur yang dipakai adalah Authorization Code dengan PKCE. Kartu berupa token JSON bertanda tangan RS256, dan modul memverifikasinya lewat kunci publik yang diambil dari pintu masuk. Pencabutan seketika dijalankan lewat nomor generasi token per pengguna yang disimpan di penyimpanan cepat; token yang generasinya tertinggal langsung ditolak. Kata sandi disimpan sebagai hash bcrypt.
Hak akses ditentukan oleh dua hal yang bekerja bersamaan. Pertama, peran — apa jabatan orang itu. Kedua, sekolah — data sekolah mana yang boleh disentuhnya.
| Kelompok | Peran | Gambaran wewenang |
|---|---|---|
| Warga sekolah | Siswa, Guru, Wali kelas, Staf | Memakai modul sesuai tugas hariannya. Wali kelas mendapat tambahan wewenang atas kelas yang diampunya. |
| Pimpinan | Kepala sekolah | Melihat rekap dan laporan lintas modul untuk sekolahnya. |
| Luar sekolah | Wali murid | Hanya melihat data anaknya lewat portal PELITA. Satu-satunya peran yang tidak terikat pada satu sekolah, karena anaknya bisa bersekolah di tempat berbeda. |
| Admin per modul | Admin sekolah, admin presensi, admin PPDB, admin rapor, admin SPP, admin perpustakaan, pustakawan, admin PENSIL | Wewenang penuh, tetapi hanya di dalam modulnya sendiri. Admin presensi tidak otomatis boleh menyentuh tagihan SPP. |
| Pengelola sistem | Admin SSO, admin TROOPS | Bukan peran sekolah. Untuk tim yang mengoperasikan platform. |
Aturan yang paling menentukan keamanan. Pembatasan dilakukan di gerbang modul, bukan di dalam layar satu per satu. Sebuah modul menolak peran yang tidak berhak sebelum permintaan sampai ke logika bisnisnya, sehingga kelalaian satu layar tidak lagi bisa membocorkan data.
| Hal yang dirasakan | EDUNUSA | Aplikasi terpisah per urusan |
|---|---|---|
| Jumlah akun guru | Satu akun untuk semua modul.Lupa kata sandi cukup diurus sekali. | Satu akun per aplikasi. Guru mengingat beberapa kata sandi, dan admin mengurus beberapa daftar pengguna. |
| Siswa pindah kelas | Diubah sekali di satu tempat, langsung benar di semua modul. | Harus diubah di tiap aplikasi, atau menunggu impor berkas berikutnya. Selisih data adalah hal biasa. |
| Rapor butuh data kehadiran | Membaca langsung dari ruang data presensi. Tidak ada langkah ekspor-impor. | Ekspor dari aplikasi presensi, rapikan di lembar kerja, impor ke aplikasi rapor. Rawan salah dan makan waktu. |
| Menutup akses guru yang pindah | Dinonaktifkan sekali, seluruh akses ke semua modul putus seketika. | Harus dicabut satu per satu. Akun yang terlupakan tetap hidup. |
| Laporan lintas urusan | Bisa disusun karena semua data berada di satu basis data.Contoh: hubungan kehadiran dengan nilai dan tunggakan. | Sulit. Perlu menggabungkan berkas ekspor dari beberapa aplikasi secara manual. |
| Menambah urusan baru | Modul baru langsung mewarisi daftar siswa, guru, kelas, dan peran yang sudah ada. | Aplikasi baru dimulai dari daftar kosong dan perlu diisi ulang. |
Sisi yang jujur harus disebut. Keterpaduan itu ada harganya. Karena semua modul berbagi satu basis data dan satu pintu masuk, gangguan di lapisan bersama berdampak ke semua modul sekaligus. Rancangan server sekolah pada nomor 14 justru memakai sifat ini sebagai keuntungan: karena lapisan bersamanya satu, seluruh sistem bisa diturunkan ke satu perangkat di sekolah tanpa memecah-mecah pemasangan.
Istilah. Yang disebut server sekolah di dokumen ini bukan lemari mesin mahal, melainkan satu komputer biasa yang ditaruh di sekolah, misalnya laptop bekas kantor. Ia menyimpan data sekolah dan melayani semua perangkat yang tersambung ke jaringan sekolah, tanpa perlu internet. Lawannya adalah server pusat, yaitu komputer di kota yang menampung rekap seluruh sekolah.
Satu perangkat di sekolah menjalankan seluruh sistem di dalam wadah kontainer, tersambung ke router sekolah. Guru dan siswa cukup terhubung ke Wi-Fi sekolah lalu membuka peramban. Tidak ada aplikasi yang perlu dipasang di perangkat mereka.
Ctrl/Cmd + gulir untuk memperbesar. Seret untuk menggeser. Klik ganda untuk pas layar.
Yang membuat rancangan ini masuk akal adalah keputusan arsitektur yang sudah diambil sebelumnya, jauh sebelum gagasan sekolah terpencil muncul: sebelas modul sudah disatukan menjadi satu proses aplikasi. Menurunkan sepuluh modul ke sekolah bukan berarti menjalankan sepuluh program terpisah, melainkan satu program yang membuka sepuluh pintu layanan.
Dokumen ini tidak mengunci program pada satu jenis perangkat. Yang dikunci adalah amplop kebutuhannya. Perangkat apa pun yang masuk amplop ini bisa dipakai, termasuk Chromebook bekas — tetapi tidak semua Chromebook bekas lolos.
| Aspek | Batas bawah | Disarankan | Kenapa segitu |
|---|---|---|---|
| Memori | 4 GB mepet | 8 GB aman | Basis data, penyimpanan cepat, gudang berkas, pintu masuk, dan aplikasi berjalan bersamaan. Di 4 GB, ujian serentak berisiko kehabisan memori. |
| Penyimpanan | 64 GB | 256 GB SSD | Materi belajar PENSIL adalah pemakan ruang terbesar. Cadangan malam juga butuh ruangnya sendiri. |
| Jenis penyimpanan | SSD SATA atau NVMe hindari eMMC | Basis data menulis terus-menerus. Penyimpanan eMMC bawaan perangkat murah aus jauh lebih cepat daripada SSD, dan kegagalannya mendadak. | |
| Prosesor | 2 inti, 64-bit | 4 inti, 64-bit | Arsitektur Intel/AMD maupun ARM sama-sama bisa, asalkan citra kontainer dibangun untuk keduanya. |
| Cadangan daya | Wajib ada tanpa pengecualian | Basis data yang mati paksa berulang kali bisa rusak dan kehilangan data. Baterai bawaan laptop bekas sudah memenuhi syarat ini. | |
| Jaringan | Ethernet ke router sekolah | Lebih stabil daripada Wi-Fi untuk perangkat yang melayani semua orang. | |
Calon perangkat dan vonisnya
| Perangkat | Vonis | Catatan |
|---|---|---|
| Laptop bekas kantorIntel generasi ke-8 ke atas, 8 GB, SSD | Terbaik | Baterainya berfungsi sebagai cadangan daya gratis — penting sekali mengingat kondisi listrik di nomor 7. Layarnya bisa menampilkan halaman status. Paling mudah dipasangi Linux biasa. |
| Mini PC bekasthin client atau NUC, 8–16 GB | Sangat baik | Hemat listrik dan tahan menyala terus. Butuh cadangan daya terpisah karena tidak berbaterai. |
| Chromebook bekas kelas menengah8 GB, prosesor Intel, ada colokan USB | Lolos bersyarat | Perlu SSD luar lewat USB karena penyimpanan bawaannya kecil dan berjenis eMMC. Baterainya jadi nilai tambah. |
| Chromebook bekas kelas dasar4 GB, eMMC 32 GB, prosesor ARM | Tidak untuk cakupan penuh | Cukup untuk beberapa modul harian saja, tidak untuk ujian dan materi belajar sekaligus. Penyimpanannya juga terlalu kecil. |
| Komputer papan tunggalRaspberry Pi 5 8 GB dengan SSD | Baik | Hemat daya dan murah, tetapi berarti citra kontainer harus dibangun untuk arsitektur ARM juga. |
Dua hal yang sering luput soal Chromebook bekas.
- Sistem operasinya. Menjalankan wadah kontainer di dalam ChromeOS berarti menumpang pada lapisan Linux bawaan, yang memakan memori tambahan. Menghapus ChromeOS dan memasang Linux biasa jauh lebih hemat dan lebih mudah dirawat, tetapi pada banyak model butuh membuka casing untuk melepas pengunci firmware. Ini pekerjaan sekali per perangkat dan harus dihitung sebagai biaya program.
- Masa dukungan. Chromebook lama umumnya sudah melewati batas pembaruan keamanan pabrikan. Memasang Linux biasa justru menyelesaikan masalah ini, karena pembaruannya kembali tersedia.
Ini keputusan terpenting di seluruh rancangan, dan yang paling sering menjatuhkan program serupa. Kalau sekolah dan pusat sama-sama boleh mengubah data yang sama, sistem harus memutuskan siapa yang menang saat keduanya berubah selama masa putus sambungan. Aturan seperti itu rumit, sulit diuji, dan sulit dijelaskan.
Rancangan ini menghindarinya sama sekali dengan membagi kepemilikan. Setiap jenis data hanya punya satu pemilik yang boleh mengubahnya. Pihak lain hanya membaca. Tidak pernah ada bentrokan.
Ctrl/Cmd + gulir untuk memperbesar. Seret untuk menggeser. Klik ganda untuk pas layar.
Pemisahan ini sudah ada di kodenya. Sistem sudah membedakan data milik bersama dari data milik sekolah, karena pembedaan itu dibutuhkan sejak awal untuk melayani banyak sekolah di satu server. Daftar kurikulum, daftar sekolah, daftar peran, dan katalog materi belajar sudah ditandai sebagai data global; sisanya sudah otomatis tersaring per sekolah. Rancangan sinkronisasi ini menumpang pada garis pemisah yang sudah ada, bukan menggambar garis baru.
Satu pengecualian yang perlu diputuskan terpisah. Akun pengguna dimiliki pusat dan mengalir turun. Tetapi guru yang lupa kata sandi saat sekolah sedang luring tidak bisa menunggu sinyal. Usulan: admin sekolah diberi wewenang mengatur ulang kata sandi secara lokal, dan perubahan itu mengalir naik sebagai perkecualian yang tercatat. Ini satu-satunya titik di mana sekolah menulis ke data milik pusat, jadi harus dibuat sesempit mungkin dan diaudit.
Sekolah tidak pernah menunggu internet untuk bekerja. Setiap perubahan langsung tersimpan di basis data sekolah, lalu dicatat juga di sebuah antrean keluar. Antrean itu bertahan selama apa pun sampai ada sinyal, lalu terkirim berurutan.
Ctrl/Cmd + gulir untuk memperbesar. Seret untuk menggeser. Klik ganda untuk pas layar.
Aman diulang
Kalau sinyal putus di tengah pengiriman, antrean dikirim ulang tanpa menggandakan data. Setiap catatan punya nomor unik yang urut menurut waktu, jadi pusat mengenali mana yang sudah masuk.
Bisa dijeda
Pengiriman tidak harus selesai dalam satu kesempatan. Sinyal lima menit tetap berguna, dan sisanya dilanjutkan besok.
Hemat kuota
Yang dikirim hanya perubahan, bukan seluruh basis data, dan dikompresi lebih dulu.
Tidak menghambat guru
Sinkronisasi berjalan sebagai proses terpisah. Kegagalannya tidak pernah membuat aplikasi berhenti melayani.
Polanya sudah pernah dipakai di sistem ini. Mekanisme antrean keluar dengan penanda status, penghitung percobaan ulang, jadwal coba lagi, dan penguncian saat diproses sudah ada di modul penyiapan sekolah baru. Rancangan sinkronisasi ini meniru pola yang sama, bukan menciptakan mekanisme yang belum pernah terbukti di dalam sistem ini.
Ini titik paling rawan. Hari ini setiap modul memeriksa keaslian kartu digital dengan bertanya ke pintu masuk pusat. Kalau internet mati, tidak ada satu pun yang bisa masuk — bahkan untuk membuka data yang tersimpan tepat di depan mereka. Jawabannya: pintu masuk ikut turun ke sekolah.
| Pertanyaan | Jawaban rancangan |
|---|---|
| Akun dibuat di mana? | Tetap di pusat, sesuai aturan kepemilikan data. Akun mengalir turun bersama bundel data acuan. |
| Kartu terbitan sekolah berlaku di pusat? | Tidak. Kartu sekolah hanya sah di sekolah itu. Sinkronisasi ke pusat memakai kredensial mesin tersendiri, bukan kartu milik guru. |
| Kalau akun dicabut di pusat? | Pencabutan ikut turun pada sinkronisasi berikutnya. Ada jeda selama sekolah luring — konsekuensi yang harus diterima dan disebutkan terus terang. |
| Perlu ubah kode aplikasi? | Tidak untuk penerbitan kartu. Penerbit kartu sudah membaca kunci penandatangannya dari berkas, jadi tiap sekolah cukup diberi berkas kunci sendiri. Yang perlu ditambahkan adalah petugas sinkron dan alur penyiapan sekolah. |
| Kata sandi ikut turun? | Ya, dalam bentuk teracak satu arah, bukan teks asli. Tetap saja ini berarti berkas sensitif berada di perangkat fisik di sekolah, sehingga enkripsi seluruh cakram wajib. |
Guru harus bisa mengetik alamat yang mudah diingat, dan peramban tidak boleh menampilkan peringatan merah. Peringatan sertifikat adalah pembunuh diam-diam program seperti ini: sekali muncul, guru berhenti percaya pada sistemnya.
- Setiap sekolah dapat nama domain asliContohnya
sdn-melawi.sekolah.edunusa.id. Nama ini terdaftar di internet, dikelola pusat, dan mengarah ke alamat server di dalam jaringan sekolah. - Sertifikat diterbitkan dengan membuktikan kepemilikan domainPembuktiannya dilakukan lewat catatan domain di pusat, bukan lewat kunjungan ke sekolah. Artinya cukup pusat yang punya internet saat penerbitan.
- Gembok hijau muncul di semua perangkatTanpa memasang apa pun di laptop guru maupun ponsel wali murid. Ini yang membuat rancangan ini menang atas alternatifnya.
- Perpanjangan menumpang jalur sinkronisasiSertifikat baru ikut turun bersama bundel data acuan, sama seperti pembaruan kurikulum.
Batas yang harus disebut sejak awal. Sertifikat resmi berumur terbatas, umumnya tiga bulan. Sekolah yang benar-benar tidak melihat sinyal sama sekali selama lebih dari itu akan kehabisan masa berlaku, dan peringatan merah yang ingin kita hindari justru muncul.
Dua peredam yang perlu diputuskan sebelum penggelaran: (a) sertifikat cadangan berumur panjang dari otoritas internal, dipasang di perangkat sekolah sebagai jaring pengaman, atau (b) ambang peringatan di halaman status yang memberi tahu sekolah bahwa masa berlaku tinggal sekian hari dan sinyal perlu dicari. Rekomendasi: keduanya sekaligus.
Sekolah tidak punya petugas TI, dan rancangan ini tidak menuntut mereka punya. Guru hanya perlu tahu satu hal: halaman status berwarna hijau atau tidak.
- Pusat menyiapkan, sekolah tinggal menancapkanPusat menulis satu flashdisk berisi sistem lengkap plus berkas identitas sekolah tersebut: kunci penandatangan, sertifikat, akun awal, dan data acuan terbaru. Di sekolah, flashdisk ditancapkan, perangkat dinyalakan, dan tunggu sampai hijau.
- Cadangan otomatis tiap malamBasis data dan gudang berkas disalin ke penyimpanan kedua di perangkat yang sama. Salinan ini yang menyelamatkan sekolah dari kerusakan perangkat lunak dan kesalahan manusia.
- Cadangan ikut naik saat ada sinyalSalinan terenkripsi terdorong ke pusat lewat jalur sinkronisasi yang sudah ada. Ini yang menyelamatkan sekolah dari perangkat hilang, terbakar, atau tersambar petir.
- Pembaruan aplikasi mengalir turun sendiriVersi baru ikut dalam bundel acuan dan dipasang pada jam sepi, dengan kemampuan kembali ke versi sebelumnya bila gagal menyala.
- Perangkat rusak: tukar server, bukan perbaikiPusat mengirim server pengganti yang sudah berisi sistem. Sekolah menancapkan penyimpanan cadangan, dan layanan pulih tanpa perlu teknisi datang. Server rusak dikirim balik untuk diperiksa.
- Halaman status satu layarMenampilkan empat hal saja: sistem menyala atau tidak, kapan terakhir tersinkron, sisa ruang penyimpanan, dan sisa masa berlaku sertifikat. Bahasanya bahasa guru, bukan bahasa teknisi.
Server pengganti adalah keputusan anggaran, bukan keputusan teknis. Model tukar-server hanya bekerja kalau ada persediaan cadangan yang dibiayai. Rasio yang lazim untuk penggelaran seperti ini adalah satu server cadangan untuk setiap sepuluh sampai dua puluh sekolah, disimpan di kota kabupaten. Tanpa itu, rancangan ini kembali menjadi model kunjungan teknisi dengan nama lain.
Bagian ini sengaja ditulis lengkap. Rancangan yang menyembunyikan risikonya akan menemukan risiko itu di lapangan, saat memperbaikinya jauh lebih mahal. Calon pendukung yang serius akan menanyakan ini juga.
| Risiko | Bobot | Penjelasan dan usulan langkah |
|---|---|---|
| Kebutuhan memori belum pernah diukur | Tinggi | Angka 4 GB dan 8 GB di dokumen ini adalah perkiraan terdidik, bukan hasil pengukuran. Langkah pertama sebelum apa pun: jalankan sistem lengkap di satu perangkat dan ukur pemakaian nyata, termasuk saat ujian serentak. |
| Sebagian besar kode belum punya uji otomatis | Tinggi | Pengukuran internal pada Agustus 2026 menemukan sekitar 84 persen kode belum tercakup uji otomatis. Memindahkan sistem ke lingkungan baru tanpa jaring pengaman berarti kesalahan baru sulit terdeteksi sebelum sampai ke sekolah. |
| Pencabutan akses tertunda | Sedang | Akun yang dicabut di pusat tetap bisa dipakai di sekolah sampai sinkronisasi berikutnya. Peredam: beri admin sekolah wewenang mencabut secara lokal seketika untuk kasus mendesak. |
| Sertifikat kedaluwarsa saat luring panjang | Sedang | Dibahas di nomor 19. Butuh keputusan tentang sertifikat cadangan dan peringatan dini. |
| Data sensitif di perangkat tak terkunci | Sedang | Server berisi data seluruh siswa satu sekolah dan kata sandi teracak. Perangkat berada di ruangan sekolah biasa. Enkripsi seluruh cakram wajib, dan server sebaiknya berada di lemari terkunci. |
| Materi belajar menghabiskan ruang | Sedang | Katalog materi bisa tumbuh melampaui penyimpanan sekolah. Butuh kuota per sekolah dan pemilihan materi yang benar-benar dipakai, bukan mengunduh seluruh katalog. |
| Citra kontainer dua arsitektur | Rendah | Kalau perangkat ARM ikut dipakai, alur pembuatan citra harus menghasilkan dua arsitektur. Pekerjaan sekali di alur otomatis, bukan beban berulang. |
| Pembiayaan server cadangan | Sedang | Bukan risiko teknis, tapi paling sering membuat program seperti ini berhenti di tahun kedua. Perlu dianggarkan sejak awal. |
Urutan langkah yang disarankan
- Ukur dulu. Jalankan sistem lengkap di satu perangkat kandidat, catat pemakaian memori dan penyimpanan saat sepi dan saat ujian. Ini yang mengubah angka perkiraan menjadi angka yang bisa dipakai membeli barang.
- Bangun petugas sinkron dan antrean keluar untuk satu modul saja, misalnya presensi. Buktikan siklus putus-sambung berjalan benar sebelum menambah modul.
- Uji di satu sekolah percontohan yang masih terjangkau, sehingga masalah pertama bisa ditangani langsung.
- Baru gelar bertahap, dengan persediaan server cadangan sudah tersedia sejak sekolah pertama.
Program ini terbuka bagi siapa pun yang ingin namanya melekat pada perbaikan yang nyata dan bisa diperiksa: perusahaan lewat program tanggung jawab sosial, yayasan, lembaga pemerintah, maupun perorangan. Bentuk dukungannya sederhana — mendanai server sekolah — dan yang diperoleh adalah nama yang terbawa dalam liputan, di sekolahnya, dan dalam laporan hasilnya.
| Tingkat | Cakupan | Biaya | Yang diperoleh pendukung |
|---|---|---|---|
| Pendukung satu sekolah | Satu server sekolah lengkap, pemasangan, dan pendampingan tahun pertama. | Menunggu pengukuran | Nama pada papan keterangan di sekolah tersebut, penyebutan dalam kredit video dokumenter, dan laporan pemakaian sekolah itu setiap semester. |
| Pendukung satu desa | Seluruh sekolah dalam satu desa, termasuk sumbangan ke persediaan server cadangan kabupaten. | Menunggu pengukuran | Semua yang di atas, ditambah penyebutan sebagai pendukung utama pada artikel dan video untuk desa tersebut, serta kunjungan lapangan bersama tim. |
| Pendukung gelombang | Sepuluh sekolah atau lebih lintas desa, beserta persediaan server cadangan dan biaya pendampingan. | Menunggu pengukuran | Semua yang di atas, ditambah nama program yang disepakati bersama, laporan hasil tahunan yang bisa dipublikasikan, dan hak menggunakan hasil pengukurannya dalam laporan keberlanjutan sendiri. |
Apa yang bukan bagian dari paket
- Bukan kendali atas isi liputan. Sebagaimana dijelaskan di nomor 3, sudut dan kesimpulan pemberitaan tetap milik redaksi.
- Bukan akses ke data siswa. Pendukung menerima laporan agregat mengenai pemakaian sistem, tidak pernah data pribadi siapa pun.
- Bukan jaminan keberhasilan. Risiko pada nomor 21 berlaku apa adanya dan disampaikan di muka, bukan ditemukan belakangan.
Untuk pembaca dari lembaga pemerintah. Program ini tidak meminta pos anggaran yang bertentangan dengan apa pun yang sudah berjalan. Sebagaimana ditunjukkan di nomor 1, belanja untuk menghadirkan sinyal ke sekolah sudah diputuskan dan sudah bergerak. Yang diusulkan di sini melengkapinya: membuat belanja itu tetap berbuah pada hari-hari ketika sinyalnya tidak ada.
Langkah paling awal yang bisa disepakati hari ini
- Menyatakan minat, belum berkomitmen danaCukup pernyataan bahwa lembaga Anda bersedia dihubungi setelah hasil kunjungan lapangan tersedia. Ini yang paling dibutuhkan sekarang, karena memberi tim alasan untuk berangkat.
- Membuka pintu perizinanDukungan berupa surat pengantar ke dinas atau pemerintah desa nilainya besar dan biayanya nol.
- Mendanai kunjungan lapangannya sajaTransportasi, akomodasi, dan biaya produksi untuk dua sampai tiga desa. Jauh lebih kecil daripada mendanai penggelaran, tetapi inilah yang membuat seluruh rangkaian berikutnya mungkin terjadi.
- Mendanai server sekolah pertamaSetelah pengukuran selesai dan angkanya nyata.
Keputusan dan sumber
Apa yang sudah dikunci dan tidak perlu dibahas ulang, serta dari mana setiap angka lapangan berasal.
| Kode | Pertanyaan | Keputusan |
|---|---|---|
| A1 | Struktur dokumen | Satu dokumen berlapis dengan jalur baca berbeda per pembaca, bukan berkas terpisah. |
| A2 | Sasaran ajakan | Pemangku kepentingan mana pun, swasta maupun pemerintah, yang ingin namanya melekat pada program. |
| A3 | Kedalaman naskah wawancara | Naskah lengkap per narasumber ditambah urutan pengambilan gambar. |
| A4 | Etika liputan | Satu bagian khusus berisi aturan yang bisa dicentang di lapangan. |
| A5 | Gaya penjelasan awam | Bagian 0 memotret persoalannya, skema sebelum dan sesudah dipindah ke nomor 9. |
| B1 | Sumbu pembeda EDUNUSA | Satu identitas dan satu basis data lintas modul, lawan aplikasi per urusan yang loginnya sendiri-sendiri. |
| B2 | Kondisi internet sasaran | Putus-nyambung. Rancangan luring lebih dahulu, sinkronisasi menyusul saat sinyal ada. |
| B3 | Penyelesaian bentrok data | Tidak ada bentrok. Kepemilikan dibagi per jenis data. |
| B4 | Login saat luring | Pintu masuk ikut turun menjadi penerbit kartu lokal per sekolah. |
| B5 | Perangkat | Amplop spesifikasi minimum. Chromebook bekas salah satu calon, bukan syarat. |
| B6 | Cakupan modul di sekolah | Semua modul kecuali PPDB. |
| B7 | Model operasi | Nol-sentuh. Citra siap pakai, cadangan berlapis, pemulihan dengan tukar server. |
| B8 | Alamat dan pengamanan | Nama domain asli per sekolah yang mengarah ke alamat lokal, sertifikat resmi lewat pembuktian kepemilikan domain. |
| B9 | Berkas penggelaran | Belum dibuat. Menunggu hasil pengukuran di perangkat nyata. |
Setiap angka pada nomor 1 dan 2 berasal dari sumber di bawah ini. Semuanya dapat diakses publik dan layak dikutip. Tanggal pengambilan: 7 September 2026.
| Angka | Sumber |
|---|---|
| 376 desa dan kelurahan blankspot di Kalimantan Tengah, dari total 1.571; sebaran per kabupaten; 202 perangkat satelit aktif per 30 Juni 2025; usulan 500 perangkat untuk sekolah lewat APBD Perubahan 2025 | Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, mengacu Surat Nomor 500.14/456/id.3/Diskominfo/V/2025 tanggal 16 Mei 2025. mmc.kalteng.go.id/berita/read/47719 |
| 258 desa di Kalimantan Tengah belum teraliri listrik PLN; total 1.571 desa dan kelurahan; sekitar 20 desa belum terjangkau PLN maupun tenaga surya; keterangan umur pakai pembangkit surya | Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Tengah, keterangan Kepala Dinas Vent Christway, 17 Agustus 2025. desdm.kalteng.go.id/berita/258-desa-di-kalteng-belum-teraliri-listrik-pln-pemprov-andalkan-plts |
| 201 desa blankspot di Kalimantan Selatan; 1.814 desa atau 91 persen bebas blankspot; total 2.015 desa | Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, data 2026, disampaikan pada Rapat Koordinasi Penanganan Blank Spot di Banjarmasin, 29 April 2026. kalsel.antaranews.com/berita/516835 |
| 62 kabupaten daerah tertinggal periode 2020 sampai 2024, tidak ada satu pun di Kalimantan | Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020–2024, beserta lampirannya. peraturan.bpk.go.id/Details/136563 |
| Daftar daerah tertinggal periode 2025 sampai 2029 belum diverifikasi | Siaran Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal menyebut 30 kabupaten baru berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Lampiran peraturannya belum diperiksa langsung untuk dokumen ini — verifikasi sendiri sebelum dikutip. |
| 40 persen desa blankspot di Barito Selatan, 20 persen tanpa jaringan seluler | Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Barito Selatan. diskominfosp.baritoselatankab.go.id |
| Program Listrik Desa 2025–2029 menyasar 5.758 desa belum berlistrik PLN; rasio elektrifikasi nasional 99,83 persen akhir 2024 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. esdm.go.id, arsip berita peningkatan akses listrik desa |
Yang belum berhasil dikumpulkan. Jumlah satuan pendidikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan belum masuk dokumen ini karena tabel Badan Pusat Statistik yang memuatnya tidak dapat dibaca secara otomatis. Angka itu diperlukan untuk menghitung skala penggelaran, dan harus diambil manual dari Dapodik atau dari kantor statistik provinsi sebelum proposal anggaran disusun.